Motivasi Islami – Pembaca yang semoga dirahmati Allah, Allah ‘Azza wa Jalla telah menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia. Dengan Al-Qur`an Allah Ta’alaa membukakan hati yang tertutup, mata yang buta, dan telinga yang tuli.

Keajaiban-keajaiban Al-Qur’an tidak pernah habis, tidak pernah using walaupun sering diulang sepanjang siang dan malam.

Tadabbur atau memperhatikan Al-Qur’an akan melahirkan ilmu yang banyak dan bermanfaat. Dengannya akan dibedakan antara kebenaran dengan kebatilan, iman dengan kekafiran, manfaat dengan madharat, kebahagiaan semu dengan kebahagiaan hakiki, calon penghuni surga dengan penghuni neraka, dan sebagainya. Oleh karena itulah Allah Ta’alaa memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk mentadabburi ayat-ayat-Nya. Allah  ‘Azza wa Jalla berfirman,

Artinya, “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya dan supaya orang-orang yang mempunyai fikiran mendapat pelajaran”. (QS. Shad : 29)

Jika kita mengikuti Al-Qur’an, Allah Azza wa Jalla telah menjanjikan petunjuk dan keamanan, sebaliknya orang yang berpaling darinya akan tersesat dan celaka. Allah Azza wa Jalla berfirman, di dalamquransuratTahaayat 123 dan 124.

Artinya, “Allah berfirman. “Turunlah kamu berdua yakni Adam dan Iblis, dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka, jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. (QS. Thaha : 123-124)

Pada ayat ini, Allah Azza wa Jalla berfirman kepada Adam, Hawa dan Iblis. “Turunlah kamu semua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain”. Maksudnya Adam dan keturunannya akan menjadi musuh Iblis dan keturunannya.

Ayat tersebut memberi kita arahan untuk selalu mengikuti petunjuk agar mendapatkan kebahagiaan dan ketentraman dalam hidup. Sebaliknya, mengingkari petunjuk menyebabkan kesempitan dalam hidup dan keresahan. Walaupun secara lahiriah dia senang, tapi hatinya selalu berada dalam kebingungan dan keraguan. Baik itu kesempitan di dunia, belum lagi di akhirat kelak. Firman Allah Azza wa Jalla yang bermakna, “Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”, maksudnya tidak punya hujjah di hadapan Allah Azza wa Jalla, dan dia akan dibangkitkan dan digiring menuju neraka dalam keadaan buta mata dan hatinya.

Selain itu Allah Azza wa Jalla menyerupakan orang-orang kafir yang berpaling dari Al-Qur’an seperti keledai yang berpaling dan kabur dari seekor singa. Allah Azza wa Jalla berfirman,

Artinya, “Maka mengapa mereka orang-orang kafir berpaling dari peringatan Allah. Seakan-akan mereka itu keledai liar yang lari terkejut, lari dari singa”. (QS. Al-Mudatsir : 49-50)

Keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat hanya bisa kita dapatkan jika kita berpegang teguh kepada jalan yang lurus, yakni Al-Qur’an dan sunnah yang dijadikan sebagai pegangan.

Pembaca yang semoga dirahmati Allah, demikianlah pembahasan pada kesempatan kali ini, semoga kita selalu istiqomah dalam jalan yang lurus. Wallahu a’lam… (red/admin)