Pertanyaan :

Dari Ajat, Ustadz Boleh tidak melakukan qurban tapi belum melakukan Aqiqah ?

Jawaban :

Ada beberapa catatan untuk menjawab hokum berqurban, bagi yang belum diaqiqahi orang tuanya.

Pertama, bahwa berqurban dan aqiqah adalah dua ibadah yang berbeda. Dan keduanya tidak memiliki hubungan sebab akibat. Dalam arti, aqiqah bukan syarat sah qurban, dan demikian pula sebaliknya.

Kedua, bahwa aqiqah dan berqurban, yang bertanggung jawab berbeda. Aqiqah merupakan tanggungjawab ayah atau orang tua untuk anaknya. Sementara qurban, tanggungjawab mereka yang hendak berqurban.

Oleh karena itu, ketika si “A” belum diaqiqahi ayahnya, kemudian di tahun ini si “A” hendak berqurban, maka dia tidak bertanggungjawab untuk aqiqah terlebih dahulu, sebelum berqurban. Karena aqiqah, tanggungjawab ayahnya, dan bukan tanggungjawab si “A”. Sementara yang menjadi tanggungjawab si “A” adalah ibadah qurban yang akan dia laksanakan.

Ketiga, sebagian Ulama berpendapat bahwa orang yang waktu kecilnya belum diaqiqahi, kemudian ketika dewasa dia hendak berqurban, maka sembelihan qurban yang dia lakukan, sudah mewakili aqiqah untuk dirinya.

Al-Khallal menyebutkan riwayat keterangan dari Imam Ahmad, Imam Ahmad menyebutkan bahwa sebagian Ulama mengatakan, “Jika ada orang yang berqurban, maka sudah bisa mewakili aqiqah”.

Kami mendapatkan berita dari Ishmah bin Isham, dari Hambal yaitu keponakan Imam Ahmad, bahwa Imam Ahmad pernah mengatakan, “Saya berharap, semoga qurban bisa mewakili aqiqah, InsyaaAlloh, bagi orang yang belum diaqiqahi”.

Dari penjelasan tersebut, maka tidak jadi masalah ketika orang yang belum diaqiqahi sewaktu kecil, boleh melakukan qurban. Karena aqiqah bukan syarat sah qurban. Wallohu a’lam…

Dijawab Oleh : Tim Lajnah Ilmiyah SALAM FM