Pengungsi muslim Rohingya yang melarikan diri ke Bangladesh meningkat tajam dalam dua pekan terkahir, menyusul pembantaian terbaru di wilayah Myanmar. PBB menyebut jumlahnya mencapai kurang lebih 300 ribu orang, yang mayoritas adalah kaum wanita. Hal ini sebagaimana diungkapkan Juru bicara Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi di Bangladesh, Vivian Tan Kamis (07/09/2017) yang lalu kepada al-Jazeera.

PBB juga memperkirakan sebanyak seribu orang lebih telah terbunuh di Myanmar. Dari jumlah itu, sebagian besar merupakan etnis muslim Rohingya.

Menurut Vivian, dua kamp pengungsian di Cox’s Bazar di Tenggara Bangladesh sekarang penghuninya meledak. Populasinya meningkat dua kali lipat dalam dua pekan. Ada kebutuhan mendesak untuk lebih banyak lahan dan tempat penampungan.

Sebagian besar adalah wanita, termasuk ibu dengan bayi yang baru lahir, keluarga dengan anak-anak. Mereka tiba dalam kondisi buruk, kelelahan, lapar dan sangat membutuhkan tempat tinggal.

(islampos.com)