Islam adalah agama yang sempurna. Semua ajaran dan syariat yang dibangun diatas Islam, semuanya sudah begitu jelas tergambar baik itu dalam Al-Qur’an maupun As-Sunnah. Al-Qur’an merupakan kalamulloh, yang di dalamnya terdapat semua aspek dan peraturan hidup. Sedangkan As-Sunnah adalah pola syariat yang lebih kepada praktek yang dilakasankan sendiri oleh Rosululloh sholallohu alaihi wasallam dan juga para sahabatnya. Jadi, semua yang diajarkan oleh Alloh subhanahu wa ta’ala baik itu melalui Al-Qur’an maupun As-Sunnah, semuanya sudah ada diajarkan oleh pendahulu kita.

Begitu pula halnya dengan menikah. Ia merupakan perintah Alloh subhanahu wa ta’ala untuk seluruh hamba-Nya tanpa kecuali dan telah menjadi sunnah Rosul-Nya, maka sudah tentu ada syariatnya. Persoalannya, kebanyakan orang mengira bahwa syari’at pernikahan hanya mengatur hal-hal ritual pernikahan seperti ijab qobul dan mahar, sedangkan masalah meminang (khitbah), walimah (resepsi) dan serba-serbi menjalani hidup berumah tangga dianggap tidak ada hubungannya dengan syari’at. Maka tidaklah mengherankan jika kita menghadiri resepsi pernikahan seorang muslim dan muslimah, kita tidak menemukan ciri atau karakteristik yang menunjukkan bahwa yang sedang menikah adalah orang Islam karena tidak ada bedanya dengan pernikahan orang di luar Islam.

Selain itu, yang terjadi di sebagian masyarakat kita adalah mereka begitu sangat berlebihan dalam mempersiapkan acara pernikahan. Mahar yang mahal, resepsi, sampai kepada waktu pelaksanaan serta tempat yang harus diistimewakan. Sungguh fenomena ini sangat jauh dari apa yang Rosululloh sholallohu alaihi wasallam ajarkan.

Lantas, memangnya seperti apa menikah ala Islam itu? Berikut akan dibahas mengenai mahar dan penyelenggaraan resepsi (walimah) dalam Islam.

Tentang Mahar

وَآتُوا النِّسَاءَ صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً

“Berikanlah mahar kepada perempuan yang kamu nikahi sebagai pemberian dengan penuh kerelaan …” (QS An-Nissaa [4]: 4)

Mahar merupakan pemberian seorang laki-laki kepada perempuan yang dinikahinya, yang selanjutnya akan menjadi hak milik istri secara penuh. Dalam praktiknya tidak ada batasan khusus mengenai besarnya mahar dalam pernikahan. Rosululloh sholallohu alaihi wasallam sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Qoyyim dalam kitabnya Zaadul Maad, memberi mahar untuk istri-istrinya sebanyak 12 uqiyah.

Abu Salamah menceritakan, “Aku pernah bertanya kepada A’isyah rodhiallohu anha, “Berapakah mahar Nabi sholallohu alaihi wasallam untuk para istrinya?” A’isyah menjawab, “Mahar beliau untuk para istrinya adalah sebanyak 12 uqiyah dan satu nasy.” Lalu A’isyah bertanya, “Tahukah kamu, berapa satu uqiyah itu?” Aku menjawab, “tidak” A’isyah menjawab, “empat puluh dirham.” A’isyah bertanya, “Tahukah kamu, berapa satu nasy itu?” Aku menjawab, “tidak”. A’isyah menjawab, “Dua puluh dirham”. (HR. Muslim)

Umar bin Khattab rodhiallohu anhu berkata, “Aku tidak pernah mengetahui Rosululloh sholallohu alaihi wasallam menikahi seorang pun dari istrinya dengan mahar kurang dari 12 uqiyah.” (HR. Tirmidzi)

Dalam kisah lain Rosululloh sholallohu alaihi wasallam menikahkan putrinya Fatimah dengan Ali dengan mahar baju besi milik Ali.

Diriwayatkan Ibnu Abbas, “Setelah Ali menikahi Fatimah, Rosululloh sholallohu alaihi wasallam berkata kepadanya, “Berikanlah sesuatu kepadanya.” Ali menjawab, “Aku tidak mempunyai sesuatu pun.” Maka beliau bersabda, “Dimana baju besimu? Berikanlah baju besimu itu kepadanya.” Maka Ali pun memberikan baju besinya kepada Fatimah. (HR Abu Dawud dan Nasa’i)

Bahkan ketika seorang laki-laki tidak memiliki sesuatu berupa harta yang dapat diberikan sebagai mahar, Rosululloh sholallohu alaihi wasallam tidak menolak untuk menikahkannya dengan mahar beberapa surat dalam Al-Qur’an yang dihafalnya. Dikisahkan ada seorang laki-laki yang meminta dinikahkan oleh Rosululloh, tetapi ia tidak memiliki sesuatu pun sebagai mahar, walaupun sebuah cincin dari besi. Kemudian beliau bertanya kepadanya, “Apakah engkau menghafal Al-Qur’an?” Ia menjawab, “Ya, aku hafal surat ini dan surat itu (ia menyebut beberapa surat dalam Al-Qur’an). “Maka beliau bersabda, “Aku menikahkan engkau dengannya dengan mahar surat Al-Qur’an yang engkau hafal itu!” (disarikan dari hadits yang sangat panjang dalam Kitab Shahih Bukhari Jilid IV, hadits no. 1587).

Jadi, dapat disimpulkan bahwa tidak ada batasan tentang bentuk dan besarnya mahar, tetapi yang disunnahkan adalah mahar itu disesuaikan dengan kemampuan pihak calon suami.

Tentang Walimah (Resepsi Pernikahan)

Walimah merupakan sunnah, diadakan dengan tujuan agar masyarakat mengetahui pernikahan yang berlangsung sehingga tidak terjadi fitnah di kemudian hari terhadap dua orang yang menikah tersebut. Sedangkan mengenai tata cara penyelenggaraannya, syariat memberikan petunjuk sebagai berikut:

  • Khutbah sebelum akad

Disunnahkan ada khutbah sebelum akad nikah yang berisi nasihat untuk calon pengantin agar menjalani hidup berumah tangga sesuai tuntunan agama.

  • Menyajikan hiburan

Walimah merupakan acara gembira, karena itu diperbolehkan menyajikan hiburan yang tidak menyimpang dari etika, sopan santun dan adab Islami.

  • Jamuan resepsi (walimah)

Disunnahkan menjamu tamu yang hadir walaupun dengan makanan yang sederhana. (Dari Anas bin Malik rodhiallohu anhu bahwa Nabi sholallohu alaihi wasallam telah mengadakan walimah untuk Shofiyah istrinya dengan kurma, keju, susu, roti kering dan mentega).

Diriwayat lain, Rosululloh sholallohu alaihi wasallam bersabda kepada Abdurrahman bin Auf, “Adakanlah walimah meski hanya dengan seekor kambing.” Sedangkan mengenai batasan mengadakan walimah As-Syaukani dalam Nailul Authar menyebutkan bahwa Al Qadhi Iyadh telah mengemukakan bahwa para ulama sepakat tidak ada batasan khusus untuk walimah, meski diadakan dengan yang paling sederhana sekalipun diperbolehkan. Yang disunnahkan adalah bahwa acara itu diadakan sesuai dengan kemampuan suami.

Masih banyak pelajaran lain yang bisa dipetik berkaitan dengan acara walimah ini, yang membuat kita sampai pada satu kesimpulan bahwa menikah dengan cara Islam ternyata memang mudah, murah dan berkah! Wallohu a’lam..

 

Artikel: Gerimis

Bagikan artikel ini: