Dunia menawarkan perhiasan yang begitu indah dipandang mata. Namun belum tentu akan terasa indah pula di hati yang merasanya, terlebih khusus bagi mereka kaum hawa, beribu godaan siap menerkam kehormatan dan kesucian wanita di setiap sisi kehidupan.

Saudariku… wanita merupakan insan terbaik untuk mencetak generasi terbaik. Simbol dan penentu baik dan buruknya suatu generasi, jika wanita itu baik dan terdidik maka akan muncul anak bangsa dan generasi yang baik. Benarlah seorang penyair yang berkata:

“Ibu adalah seorang bagi anak-anaknya bila engkau persiapkan berarti engkau telah mempersiapkan bangsa yang baik akhlaqnya.”

Saudariku… begitu besarnya peran wanita dalam alur kehidupan ini. Begitu agungnya tugas seorang wanita dalam mendidik generasi penerus para nabi.

Sangat disayangkan apabila kita melihat keadaan sebagian besar wanita Muslimah saat ini. Mereka terbawa arus liar kehidupan yang telah dirusak oleh musuh-musuh Alloh subhanahu wa ta’ala yang menggunakan wanita sebagai salah satu senjata utama untuk merusak dan mencabik Islam dari hati kaum Muslimin. Hingga mereka tidak lagi mengenali kemuliaan, kehormatan dan kesucian dirinya serta menjadi wanita yang tidak bermartabat dan murahan.

Setiap hari, kaum wanita ditelanjangi auratnya. Ditelanjangi sehelai demi sehelai pakaian harga dirinya di depan jutaan orang sebagai tontonan para penggembira hawa nafsu setan.

Setiap waktu selalu terdengar wanita-wanita yang dinodai kehormatannya. Bahkan menyerahkan seluruh tubuhnya demi imbalan harta yang ditawarkan majalah-majalah murahan yang menjerumuskan ke jurang perzinahan.

Wal’iyadzubillah…

Saudariku… hendaknya engkau waspada akan bahaya hubungan yang haram dan segala yang berselubung “cinta” namun menyembunyikan sesuatu yang nista. Engkaupun hendaknya berhati-hati terhadap pergaulan bebas dengan pemuda atau laki-laki tak bermoral yang ingin merampas kehormatanmu di balik kedok “cinta”.

Penting bagi wanita Muslimah untuk menjaga dirinya dengan sungguh-sungguh. Dengan senantiasa menjaga dan menjauhi segala hal yang dapat menjerumuskan dirinya ke dalam jurang kehinaan dan kenistaan (Zina).

Alloh subhanahu wa ta’ala telah memperingatkan hamba-hamba-Nya dalam kitab-Nya yang mulia:

 وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا 

“Dan janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isro’: 32)

Dalam tafsir Kalamul Mannan, Syaikh Abdur Rohman Nashir As Sa’di berkata:

“Larangan Alloh untuk mendekati zina itu lebih tegas daripada sekedar melarang perbuatannya, karena berarti Alloh melarang semua yang menjurus kepada zina dan mengharamkan seluruh faktor-faktor yang mendorong kepadanya.”

Maka dapat diambil kesimpulan bahwa, kalau jalan-jalan dan faktor-faktor yang menuju kepada zina saja dilarang, apalagi perbuatannya.

Sungguh sangat keji perbuatan itu dan sungguh amat benar yang dikatakan Alloh bahwa zina adalah fahisyah, sebagaimana yang dijelaskan oleh Syaikh Abdur Rohman dalam tafsirnya: “Al-Fahisyah adalah sesuatu yang dianggap sangat jelek dan keji oleh syari’at, oleh akal sehat dan fitrah manusiah, karena mengandung pelanggaran terhadap hak Alloh ta’ala, hak wanita, hak keluarga atau suaminya, dan merusak kehidupan rumah tangga serta tercampurnya (kacaunya) nasab keturunan.”

Kita dapati saat ini banyak di antara kaum Muslimin yang terjerumus dalam jurang kekejian ini. Mereka mengikuti hawa nafsu dan syahwat, lupa kepada Alloh dan larangan-Nya, lupa kepada Rosululloh sholallohu alaihi wasallam dan sabdanya, lupa kepada para ulama dan nasihat-nasihatnya.

Bahkan sebagian mereka berusaha menghalalkan zina dengan ta’wil yang bathil bahwa zina adalah pemerkosaan, sedangkan bila dilakukan atas dasar suka sama suka tidak dinamakan zina. Wal’iyadzubillah…

Bahkan ada di antara mereka yang berusaha menipu Alloh dengan berpura-pura menikah dan berperan seakan-akan suami-istri, padahal hanya berniat memuaskan nafsunya untuk sementara waktu, dan berdalil dengan ucapan orang-orang syi’ah yang bathil tentang nikah mut’ah yang mana tidak lain adalah penghalalan zina dengan berkedok agama.

Rosululloh sholallohu alaihi wasallam bersabda tentangnya:

“Akan ada dari umatku suatu kaum yang (berusaha) menghalalkan zina, sutra, khomer (minuman keras), dan alat-alat musik!” (HR. Al-Bukhori)

Wahai Saudariku… Ingatlah engkau, bahwa prialah yang pertama melangkah menempuh jalan dosa, bukan wanita. Tetapi ingat Saudariku… bahwa tanpa kerelaanmu dan tanpa kelunakan sikapmu, mereka tidak akan berkeras melangkah maju.

Jangan mau dirayu oleh serigala-serigala yang lapar itu. Mereka senantiasa menanti kelengahanmu dan mencuri kehormatanmu kala dirimu telah terbang melayang terbawa rayuannya. Lindungi dan bentengi dirimu dengan senantiasa mengikuti dan membentengi aturan-aturan Alloh subhanahu wa ta’ala.

Bagikan artikel ini: